Daftar Komponen Mesin Produksi Mortar Yang Wajib Ada di Pabrik Anda
Oleh Juragan Mortar | 24 Aug 2022
Juraganmortar.com – Mayoritas masyarakat awam mengira bahwa mortar hanya bisa diproduksi oleh pabrik skala industri besar, pabrik yang menggunakan mesin dan peralatan yang serba canggih. Bahkan mungkin ada yang membayangkan jika pabrik mortar itu mirip seperti pabrik semen pada umumnya.
Dan, mereka mungkin tidak percaya jika mortar bisa diproduksi dengan mesin dan peralatan sederahana. Ini bukan tanpa alasan, mereka beranggapan seperti itu karna kemasan produk mortar memang terlihat mirip seperti semen konvensional.
Jika Juragan termasuk golongan diatas, please buang waktu 5 menit saja untuk baca artikel ini sampai dengan selesai.
Sebetulnya ini rahasia dapur perusahaan mortar, tapi supaya Juragan mendapat informasi yang sahih ya nggak ada salahnya juga kita bahas apa adanya, mudah-mudahan info ini bermanfaat untuk Juragan yang sedang menyusun rencana untuk pembangunan pabrik mortar.
Kategori Mesin Mortar
Sederhananya, mesin dan peralatan untuk produksi mortar bisa kita kelompokkan menjadi 2 kategori, yaitu peralatan utama dan peralatan pendukung.
Peralatan pendukung terdiri dari alat persiapan produksi, pendukung proses produksi, dan peralatan setelah proses produksi.
Baca : Cara Membuat Mortar dan Proses Produksinya Untuk Skala Komersial
Berikut daftar peralatan utama yang digunakan untuk produksi mortar :
Konveyor
Alat ini digunakan untuk menaikkan atau memasukkan bahan baku kedalam bejana aduk (mixer). Material dituangkan melalui hopper selajutnya masuk diatas ban berjalan menuju mixer. Konveyor sangat efektif mempercepat pakerjaan loading material seperti semen, pasir, dan kalsium. Material dituangkan kedalam hopper selajutnya ditransfer melalui belt conveyor kedalam mixer.
Namun kelemahannya, penggunaan konveyor terdapat potensi menghasilkan debu yang lebih tinggi berhubung material yang dihandling adalah bahan kering.
Alternatif lain untuk menaikkan material curah selain konveyor adalah menggunakan dengan bucket elevator.
Mesin Mixer
Mixer atau mesin pengaduk adalah komponen utama dalam rangkaian sistem produksi mortar. Desain mixer untuk produksi mortar berbeda dengan mixer yang digunakan pada batching plant. Desain mixer untuk produksi mortar harus mampu menghasilkan konsistensi hasil adukan yang sempurna tidak ada lagi bagian yang tidak tercampur secara rata, tidak boleh ada gumpalan-gumpalan bahan yang masih tersisa.
Kapasitas mixer yang umum digunakan antara 1 s.d 3 ton tiap batch tergantung kapasitas produksi pabrik.
Silo
Fungsi silo adalah wadah untuk penampungan material curah, baik untuk penyimpanan bahan baku seperti semen kalsium atau pasir, maupun untuk penyimpanan sementara hasil mixing.
Dengan adanya Silo produktivitas efisiensi produksi menjadi lebih baik. Pilihan menggunakan silo atau tidak sifatnya opsional tergantung kapasitas produksi, untuk pabrik mortar kapasitas kecil masih bisa dilakukan tanpa adanya silo.
Timbangan
Proses yang membutuhkan indikator timbangan pada proses produksi mortar adalah bagian masuknya (intake) bahan baku curah, intake bahan additive, dan penimbangan hasil mixing yang masuk dari mesin packer kedalam karung kemasan. Masing-masing timbangan dengan kapasitas berbeda, kapasitas timbangan bahan baku minimal 1 s.d 1.5 ton, timbangan additive 1-5 kg, timbangan pada mesin packer kapasitas 100kg.
Timbangan digunakan sebagai alat ukur dosis atau bobot masa supaya hasil produksi sesuai dengan standar yang direncanakan.
Mesin Packer
Mesin packer atau bag filler machine merupakan alat yang digunakan untuk memasukkan mortar hasil mixing kedalam kantong kemasan sehingga menjadi produk jadi atau finish good. Mesin packer biasanya terintegrasi dengan timbangan untuk menghitung bobot yang masuk kedalam karung kemasan.
Design mesin packer haruslah sesuai dengan model kemasan yang digunakan, apakah menggunakan karung model sewing atau karung kemasan model valve.
Ada beberapa tipe mesin packer yang banyak digunakan diantaranya air packer, impeller packer, dan gravity packer. Mesin packer built up pabrikan biasanya sudah terintegrasi dengan timbangan dan saklar otomatis.