Cara Membuat Mortar dan Proses Produksinya Untuk Skala Komersial
Oleh Juragan Mortar | 18 Aug 2022
Juraganmortar.com – Dari informasi yang datangnya dari jejaring bisnis maupun dari dari media, Juragan mungkin sudah mengetahui bagaimana prospek bisnis mortar kedepan dan bagimana pertumbuhan marketnya di Indonesia saat ini.
Mungkin juga dipikiran Juragan pernah terlintas keinginan menjadi pengusaha produsen mortar, namun rencana tersebut terkendala kurangnya informasi dan referensi teknis tentang bagaimana cara membuat mortar berkualitas yang layak dijual komersial.
Faktanya sebagaian besar masyarakat memang tidak faham bagaimana proses pembuatan mortar. Orang awam beranggapan jika proses produksi mortar itu sama dengan atau mirip seperti proses produksi semen, padahal kedua produk tersebut diproduksi sangat berbeda meskipun bentuk kemasannya sama.
Proses pembuatan mortar skala pabarikan atau skala industri sebetulnya relatif sederhana. Proses utama produksi mortar adalah murni proses mekanis, tidak membutuhkan proses pemanasan ataupun reaksi bertekanan. Namun proses produksi mortar tidak bisa dikatakan mudah karna segalanya harus akurat untuk memastikan kualitas produksi yang baik.
Rangkaian proses produksi mortar dimulai dari persiapan bahan baku, proses mixing, proses packaging, proses penyimpanan produk jadi.
Persiapan Bahan Baku
Pada pabrik berskala besar, bahan baku curah seperti pasir silika harus dikeringkan terlebih dahulu kemudian pasir diayak untuk mendapatkan ukuran agregat yang diinginkan. Alat-alat yang dibutuhkan adalah sand drier dan sand screener.
Sementara bahan curah lain seperti semen dan kalsium karbonat dari supplier ditampung pada sebuah sillo yang siap disalurkan melalui screw conveyor ke mixing chamber.
Namun pada pabrik skala kecil – menengah treatment bahan baku pasir tidak dilakukan dipabrik, melainkan biasanya diterima dalam kondisi siap pakai dan proses pre-treatmentnya dilakukan dilokasi supplier.
Proses Mixing
Proses berikutnya adalah bahan baku yang sudah ditimbang sesuai takarannya dimasukkan kedalam mixer khusus untuk proses mixing. Pada tahap ini semua komponen bahan diaduk hingga rata dan harus mencapai titik homogenitas yang sempurna, tidak boleh ada bagian yang belum tercampur atau berangkal yang masih berupa granul-granul. Konfigurasi pisau (blade) alat pengaduk sangat berpengaruh terhadap konsistensi hasil mixing.
Kapasitas 1 kali mixing rata-rata 1 s.d 3 ton tergantung kapasitas mesin. Hasil mixing lalu ditransfer ke silo penampungan sebelum dilakukan proses pengemasan.
Proses Pengemasan
Selanjutnya mortar dari hasil mixing kemudian transfer ke fasililtas pengemasan untuk dipacking kedalam kemasan kantong sak menggunakan mesin packer. Biasanya mortar dipacking dalam kemasan 25kg, 40kg dan 50kg.
Meskipun terlihat simple, proses produksi mortar harus tetap menjaga konsistensi mutu produk. Tidak boleh ada perbedaan kualitas antara batch pertama dengan batch berikutnya. Hal yang paling krusial dalam produksi mortar adalah pemilihan bahan baku dan formulasi mix design yang sudah teruji sebab kedua faktor inilah yang akan menentukan kualitas produk, Oleh sebab itu produksi mortar haruslah sudah melalui serangkaian riset pengembangan produk oleh formulator yang berpengalaman.
Sebagai pengusaha mortar, Juragan harus bisa mempertanggungjawabkan kualitas produk yang dijual ke konsumen. Produk mortar Juragan harus memenuhi standar mutu mortar yang baik, dan Juragan harus memiliki data teknis hasil pengujian produk sebagai rujukan bagi konsumen.