Mau Bangun Pabrik Mortar? Ini Studi Awal Yang harus Anda Lakukan

Juraganmortar.com – Industri mortar termasuk salah satu investasi yang beresiko tinggi. Dan, bisa fatal akibatnya jika Juragan salah perhitungan atau salah menetapkan asumsi diawal rencana bisnis. 

Sebelum Juragan memutuskan untuk investasi pembangunan pabrik mortar Juragan disarankan untuk melakukan suatu kajian awal atau preliminary study untuk mengumpulkan data dan informasi permulaan.

Data dan informasi permulaan ini bersifat fundamental, penting untuk diidentifikasi terlebih dahulu sebelum investasi dilakukan. Tujuannya agar Juragan dapat mengukur kelayakan bisnisnya dengan data-data pendukung yang valid, bukan berdasarkan asumsi semata sehingga langkah bisnis selanjutnya dapat dieksekusi dengan resiko yang terkendali.

Tapi. Juragan mungkin bingung, saya harus mulai dari mana?

Saran! Juragan jangan buru-buru berpikir langsung bikin feasibility study (FS) yang njelimet ya, cakupan FS terlalu luas dan complicated. 

Ada cara yang lebih sederhana yang jika ini terpenuhi maka kita bisa punya basic data yang kuat untuk melanjutkan ke tahap FS dan pembangunan pabrik.

Poin-poin yang harus Juragan lakukan sebelum mendirikan pabrik mortar adalah identifikasi sumber bahan baku utama, survey pasar mortar, dan menentukan positioning produk.

Identifikasi Sumber Bahan Baku Utama

Identifikasi sumber bahan baku mortar  yang dimaksud disini adalah Juragan perlu mengetahui secara detail informasi terkait kondisi row material untuk kebutuhan produksi, terutama bahan-bahan yang sifatnya major komponen seperti pasir silika, kalsium karbonat, dan semen. Bahan baku utama  tersebut sebaiknya diperoleh dari vendor atau supplier lokal yang ada di daerah Juragan masing-masing. 

Tujuan kita mengidentifikasi ketersediaan bahan baku utama adalah sebagai dasar untuk menentukan :

  • Apakah dibutuhkan peralatan tambahan untuk pengolahan bahan baku
  • Sebagai dasar untuk menghitung Hpp harga pokok produksi mortar

Jadi, ketika Juragan mendapatkan informasi bahan baku maka hal-hal yang perlu dikonfirmasi adalah kondisi, lokasi, dan harga bahan baku.

Kondisi Bahan Baku

Pastikan apakah speknya sudah sesuai kriteria atau masih berbentuk bahan mentah. Juragan perlu mencocokkan apakah kondisi bahan baku yang tersedia sesuai dengan spek yang dibutuhkan untuk produksi atau tidak. Jika tidak, berarti pada bahan tersebut dibutuhkan treatment tambahan.

Sebagai contoh : supply pasir silika. 

Pada daerah seperti di pulau Jawa, banyak supplier yang bisa menyediakan pasir silika dalam kondisi sudah siap pakai, namun di daerah lain kondisinya mungkin bisa berbeda dimana yang tersedia hanya berupa pasir silika curah dari galian. 

Apabila di daerah Juragan tersedia supply pasir silika yang sudah diolah sesuai kebutuhan pabrik maka satu sisi Juragan bisa hemat dan tidak perlu mengeluarkan investasi untuk peralatan tambahan untuk pengolahan pasir silika. 

Namun apabila yang tersedia hanya pasir silika curah (run of mine) artinya otomatis Juragan perlu memikirkan fasilitas pengeringan dan pengayakan. Treatment pasir silika dapat dilakukan dilokasi pabrik jika lokasi memungkinkan. 

Keuntungan membeli pasir silika curah adalah harga yang lebih murah dari pada pasir yang sudah ditreatment oleh supplier. 

Lokasi Ketersediaan Bahan Baku

Dari mana bahan tersebut bisa didapat, berapa jaraknya dari rencana lokasi pabrik. Hal ini kaitannya dengan biaya mobilisasi bahan baku dari lokasi supplier ke lokasi pabrik. Semakin dekat lokasi pabrik dengan lokasi bahan baku maka kemungkinan biaya transportasi bahan akan semakin murah. 

Membangun pabrik mortar dilokasi yang relatif dekat dengan lokasi sumber bahan baku atau yang dikenal dengan istilah  closed to supply production, merupakah sebuah strategi jitu untuk menekan HPP ke titik terendah serta kontinuitas supply bahan yang lebih terjamin. 

Harga Perolehan Bahan Baku 

Berapa perkiraan bahan baku sampai dilokasi pabrik atau sampai bahan tersebut bisa diproses untuk produksi.  Harga bahan baku secara langsung akan berpengaruh terhadap harga pokok produksi mortar. Semakin murah harga pembelian bahan baku HPP mortar akan semakin rendah.

Juragan perlu menghitung harga plus totak biaya perolehan bahan baku sampai di pabrik, pastikan apa saja komponen biaya yang harus ditanggung. Selain harga beli barang, mungkin ada komponen biaya lain seperti biaya trukcing, biaya bongkar-muat, biaya kemasan atau pallet, dan lain-lain. 

Supaya mendapat harga terbaik Juragan perlu jeli memilih supplier, carilah kriteria supplier A1 hindari bertransaksi dengan pihak ketiga atau perantara. Misalnya : supply pasir silika langsung dari pihak penambang atau pemilik stockpile, supply kalsium karbonat dari pabrik kapur, supply semen dari pihak distributor besar. 

Survey Pasar

Survey kondisi pasar sebelum mendirikan  pabrik mortar ibarat memetakan medan tempur dalam suatu peperangan. Jika ingin memenangi pertempuran pasukan harus terlebih dahulu mengetahui medan tempur, mengukur kekuatan lawan, baru kemudian mengatur strategi perangnya.

Survey pasar tidak terlalu penting untuk Juragan yang memang berkecimpung didunia bahan bangunan atau Juragan yang sudah memiliki captive market. 

Tapi untuk Juragan yang baru memasuki lini bisnis ini sangat dianjurkan untuk melakukannya tujuannya agar Juragan dapat mengetahui realitas kondisi pasar mortar, bisa mengidentifikasi produk pesaing, dan memetakan bagaimana kompetisi market.

Ruang lingkup survey pasar yang perlu Juragan amati ketika melakukan survey pasar di wilayah yang menjadi target market Juragan adalah market demand, pemetaan kompetitor,  dan market price. 

Market demand

Bagaimana geliat ekonomi dan pembangunan di wilayah target market.  Potensi market produk mortar bisa tergambarkan oleh seberapa masive-nya aktivitas pembangunan dan konstruksi di suatu daerah. 

Meskipun daerah perkotaan setingkat ibukota provinsi di seluruh Indonesi rata-rata menunjukkan geliat bisnis dan pembangunan yang cukup bagus. Namun Juragan perlu mengamati kondisi yang lebih spesifik, apakah wilayah target market Juragan terjadi over supply atau defisit supply

Beberapa indikator yang terlihat bagaimana potensi market mortar, contohnya : seberapa banyak proyek konstruksi gedung bertingkat, proyek bangunan komersial, gedung pemerintahan, pembangunan kawasan pergudangan atau industri, pembangunan kawasan perumahan, dan sampai dengan aktivitas pembangunan masyarakat umum yang membutuhkan supply mortar. 

Pemataan Kompetitor

Untuk memetakan pesaing, kita perlu mencari tau informasi sebanyak mungkin tentang produk-produk  kompetitor. Apa saja brand  yang beredar dipasaran. Dari produk yang ada apakah berasal dari brand besar atau brand kecil, bagaimana standar kualitas produknya. 

Telusuri sumber atau asal barangnya dikirim dari mana, apakah produk lokal atau barang dikirim dari daerah lain, cek ada berapa jumlah pabrik mortar yang ada didaerah disitu, dan seterusnya.  

Dari pemetaan kompetitor ini Juragan akan mendapatkan gambaran tentang bagaimana peluang dan tantangan pasar mortar di daerah itu.

Market price

Berapa harga jual tiap brand ditingkat pengecer/toko,  agen/distributor, atau harga grosir yang masuk ke proyek-proyek.

Untuk mendapatkan informasi tentang harga bisa, Juragan lakukan dengan mendatangi toko-toko material atau supermarket bahan bangunan yang ada di daerah Juragan. Dari situ Juragan akan mengatahui range harga eceran tertinggi (HET) produk mortar kompetitor.  

Dengan acuan HET ini Juragan nantinya bisa membuat proyeksi harga ke baik reseller, agen/distributor, maupun harga grosir untuk supply langsung ke proyek-proyek.

Nah, dengan mengetahui poin-poin diatas selanjutnya Juragan bisa membuat startegi produk atau menentukan positioning produk agar bisa diterima oleh market. 

Tentukan Positioning Produk

Salah satu yang menarik dari kondisi pasar mortar saat ini adalah bahwa pasar mortar umumnya masih belum settle, masih terdapat disparitas (selisih) harga yang lumayan besar antara brand yang satu dengan yang lainnya. 

Hal ini berbeda sekali dengan pasar semen biasa yang harganya sudah bersaing sangat ketat (consolidated price).

Jika di-breakdown lebih detail, segmentasi pasar mortar bisa dikelompokkan ke tiga kategori dimana setiap kategori mempunyai karakteristik kompetisi yang berbeda-beda. Segmentasi pasar itu adalah : 

  • high end product. segment produk market leader, brand sudah dikenal luas dan harga biasanya paling tinggi. 
  • middle end product.  produk pendatang baru, kualitas hampir setara dengan high end tapi brand belum banyak dikenal.
  • low end product.  Kategori low cost product yang menyasar proyek-proyek berbiaya murah.

Dengan situasi pasar yang belum terkosolidasi ini Juragan memiliki ruang yang cukup lebar untuk menentukan positioning produk yang akan diproduksi, mau masuk ke segmentasi produk yang mana?. 

Positioning produk harus ditentukan sejak awal rencana produksi, karna sangat erat kaitannya dengan penentuan standar kualitas bahan baku produksi, standar formulasi mix design, kualitas design produk, serta untuk kepentingan penentuan standar harga jual. 

 

Nah ini kesimpulannya.

Melakukan identifikasi bahan baku dan melakukan survey pasar tujuannya untuk mendapatkan data proyeksi HPP dan data kompetisi pasar. 

Ketika dua indikator tersebut sudah diperoleh Juragan tinggal memutuskan mau main disegmentasi atau kelas produk yang mana? Juragan bisa menentukan apakah ingin memproduksi produk segmentasi high end, middle end, atau low end

Selanjutnya, output dari pemilihan segmentasi produk ini akan melahirkan ide atau gagasan bagaimana gambaran design dan spek produk yang mau diproduksi yang relevan dengan dengan segmentasi yang Juragan pilih sebelumnya. 

Bagimana, Jelas?